Selasa, 31 Juli 2012

CHMOD


Perintah chmod digunakan untuk mengubah properti sebuah file atau direktori, Untuk menggunakannya kita harus memastikan secara tepat settingan file permission yang akan diberikan. Ada 2 cara untuk melakukan settingan file permission , disini kita akan coba salah satunya.
Cara yang pertama adalah, kita memikirkan bahwa settingan file permission adalah sebuah bit data yang disusun seri sebagaiman komputer bekerja dengan bit heksadesimal.
Berikut bagaimana file permission dilakukakan :
rwx rwx rwx = 111 111 111
rw- rw- rw-       = 110 110 110
rwx --- ---       = 111 000 000
dan selanjutnya ...
rwx         = 111 in binary = 7
rw-         = 110 in binary = 6
r-x         = 101 in binary = 5
r--         = 100 in binary = 4
Sekarang jika kita mempresentasikan salah satu dari 3 digit file permission (owner, group, and other) sebagai digit tunggal. Berikut misalkan kita menginginkan untuk mengeset Sebuah file some_file untuk dapat di baca, di tulisi /edit tetapi yang lain tidak dapat melakukannya termasuk group maka perintahnya adalah sbb :
[me@linuxbox ubuntu]$ chmod 600 nama_file

Ket :
·         777 (rwxrwxrwx)
Tidak ada pembatasan pada file permission . Setiap orang dapat melakukan apa saja.
·         755 (rwxr-xr-x)
Pemilik file dapat melakukan (read, write, dan execute). Seluruh anggota group dapat melakukan (read dan execute) file. Selain user dan group hanya bisa melakukan ekseskusi. Setting ini merupakan settingan yang umum untuk sebuah program yang biasa digunakan oleh user.
·         700 (rwx------)
Pemilik file dapat melakukan (read, write, dan execute) terhadap file. Selain pemilik tidak diberikan hak akses apapun. setting ini berguna untuk program yang bersifat private bagi user.
·         666 (rw-rw-rw-)
Seluruh user dapat melakukan (read dan write) terhadap file yang ada. .
·         644 (rw-r--r--)
Pemilik dapat melakukan (read dan write) terhadap file, Sementara Selain user hanya bisa membaca file.
·         600 (rw-------)
Hanya pemilik bisa melakukan (read dan write) terhadap sebuah file. Sebuah settingan khusus bagi sebuah file yang pemiliknya menjadikan file privat.



SEMOGA BERMANFAAT!!!




Sumber :  fkip.uns.ac.id/data/manajemen_user.pdf

Redirect Proxy Eksternal Di Mikrotik


Diasumsikan :
IP address mikrotik menuju proxy : 192.168.10.254
IP address klien-klien : 10.10.10.0/24
IP address proxy menuju mikrotik : 192.168.10.10

Pada Mikrotik, ketik :
/ip firewall address-list
add address=192.168.10.0/24 list=ip-proxy
/ip firewall nat
add action=dst-nat chain=dstnat comment="transparent proxy" dst-port=80 protocol=tcp src-address-list=!ip-proxy to-addresses=192.168.10.10 to-ports=3128

Pada Ubuntu, simpan baris-baris berikut ini kedalam file /etc/rc.local sebelum baris “exit 0”
route add default gateway 192.168.10.254
iptables -A PREROUTING -t nat -j REDIRECT -p tcp -s 10.10.10.0/24 -d 0/0 --dport 80 --to-ports 3128
iptables -A INPUT -p tcp -s 0.0.0.0/0 -d 192.168.10.10 -m state --state NEW,ESTABLISHED -j ACCEPT
iptables -A OUTPUT -p tcp -s 192.168.10.10 --sport 3128 -d 0.0.0.0/0 -m state --state ESTABLISHED -j ACCEPT


SEMOGA BERMANFAAT!!!

Senin, 30 Juli 2012

Konfigurasi Dasar Mikrotik


Buka “New Terminal”, kemudian ketik :
/ip address
add address=192.168.1.254/24 network=192.168.1.0 broadcast=192.168.1.255 interface=ether1
add address=10.10.10.254/24 network=10.10.10.0 broadcast=10.10.10.255 interface=ether2

/ip firewall nat
add chain=srcnat action=masquerade

/ip route
add gateway=192.168.1.1

/ip dns
set servers=192.168.1.1 allow remote requests=yes

system identity add name=hiemawan-NET
system reboot
Ket :       -192.168.1.254 ke ISP
                -10.10.10.254 ke Client

SEMOGA BERMANFAAT!!!